Goldenvoicenews.com-Menutup akhir tahun 2025, jagat perkutut nasional dikejutkan oleh sebuah transaksi senyap namun berdampak besar. Seekor jawara papan atas bernama Putra Kadur, yang sempat disebut bernilai hingga Rp500 juta, akhirnya “mudik” kembali ke kandang asalnya, Atlas Bird Farm (BF) Semarang.
Putra Kadur sebelumnya merupakan andalan milik Haji Hairul, Tiga Bintang Pamekasan, dan dikenal sebagai salah satu burung terbaik di lintasan lomba. Kepulangannya ke Atlas BF disebut sebagai transaksi yang tidak direncanakan, bahkan oleh pelakunya sendiri, Henry Atlas. Ia mengakui tidak pernah menyangka mampu membawa pulang kembali Putra Kadur ke Semarang, mengingat nilainya yang sempat tembus 500juta dan status burung tersebut yang terbilang “mustahil” untuk dilepas.
Namun di luar dugaan, transaksi yang kerap disebut sebagai “transaksi kecelakaan” itu justru terealisasi. Dengan penuh rasa syukur, Henry Atlas memastikan Putra Kadur kini telah kembali ke kandang, siap masuk program ternak dan dipadukan dengan betina pilihan Atlas BF, salah satunya trah Atlas 111.
Henry Atlas menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Haji Hairul yang telah merelakan Putra Kadur kembali diternakkan di Semarang. Ucapan terima kasih juga ditujukan kepada Anang Teratai, yang selama ini terus meyakinkan agar Putra Kadur dibawa pulang, mengingat trah Kadur memiliki peminat besar dan potensi kuat di Atlas BF.
Ke depan, Atlas BF menegaskan komitmennya untuk mengembangkan trah Kadur secara maksimal. Salah satu rencana besar yang telah disiapkan adalah memadukan trah Kadur dengan trah legendaris Shasha Superman, sebagai bagian dari strategi jangka panjang penguatan genetik.
Meski diawali tanpa perencanaan matang, transaksi ini meninggalkan kepuasan tersendiri. “Mudah-mudahan ada kebaikan dan hasil terbaik di kemudian hari,” ujar Henry Atlas menutup kisah kepulangan Putra Kadur—sebuah peristiwa yang menandai akhir tahun 2025 dengan cerita besar di dunia perkutut nasional.



