Liga Perkutut Kalimantan Selatan Seri Award #8 Penutup Berlangsung Meriah di Banjarbaru

Banjarbaru –Goldenvoicenws.com. Gelaran Liga Perkutut Kalimantan Selatan Seri Award #8 Penutup yang digelar bersama Pengda Banjarbaru berlangsung sukses dan meriah. Ajang pamungkas kalender liga 2025 ini dilaksanakan pada Minggu, 14 Desember 2025, bertempat di Lapangan Perkutut Batu Gunung Mulia, Banjarbaru, dan diikuti kicau mania perkutut dari berbagai daerah di Kalimantan Selatan.
Sejak pagi hari, lapangan lomba dipadati peserta dan penonton. Antusiasme semakin terasa karena laga ini menjadi seri penutup yang menentukan gengsi, prestasi, sekaligus pembuktian kualitas burung terbaik sepanjang musim liga.
Pada kelas Dewasa Senior, persaingan berlangsung ketat. Burung Sandur Madura milik H. Sarimun (Banjarmasin) tampil konsisten dan berhasil mengamankan posisi puncak. Disusul Rindu milik Erwan Ruslim di posisi kedua, serta Raja Tumpang kepunyaan Amat (Gambut) di peringkat ketiga. Sementara itu, nama-nama mapan seperti Martapura Berseri, Si Pitung, hingga Rembulan turut meramaikan jajaran sepuluh besar.

Di kelas Dewasa Yunior, kejutan datang dari Golden Star milik BGM BF (Binuang) yang keluar sebagai juara pertama. Posisi kedua diraih Sangkuriang milik Putra Aluan, diikuti Jambu Nada kepunyaan H. Haris (Batulicin). Kelas ini menunjukkan regenerasi perkutut berkualitas yang mulai unjuk gigi dan siap bersaing di level lebih tinggi.

Sementara pada kelas Piyik Hanging, burung Guntur milik H. Haris (Batulicin) tampil dominan dan berhasil merebut juara pertama. Putra Banjang milik Wijaya Adi (Martapura) menyusul di posisi kedua, sedangkan Scopy milik Putra Aluan (Banjarmasin) menempati peringkat ketiga.
Selain pertandingan yang kompetitif, panitia juga menyiapkan doorprize berupa sepeda listrik, yang menjadi daya tarik tersendiri bagi peserta dan penonton. Doorprize tersebut merupakan sumbangan langsung dari H. Winardi Sethiono, selaku Ketua P3SI Pengwil Kalimantan Selatan, sebagai bentuk dukungan nyata terhadap geliat hobi perkutut di daerah.



Menurut Nurhalis Madjid, tingginya animo peserta dan penonton tidak lepas dari momentum yang sangat tepat. “Ini momen yang pas karena bertepatan dengan masa libur anak sekolah, sehingga para orang tua punya waktu santai untuk hadir dan menikmati lomba bersama keluarga,” ujarnya.
Hal tersebut diamini oleh H. Winardi Sethiono, Ketua Pengwil P3SI Kalimantan Selatan. Ia tidak mengingkari bahwa faktor waktu dan suasana libur turut berpengaruh besar terhadap ramainya lapangan. “Antusiasme ini patut disyukuri. Ini bukti bahwa perkutut masih menjadi hobi yang hidup dan terus berkembang di Kalimantan Selatan,” ungkapnya.
Dengan berakhirnya Seri Award #8 ini, Liga Perkutut Kalimantan Selatan 2025 resmi ditutup dengan catatan positif. Selain melahirkan para juara, ajang ini juga mempererat silaturahmi antarpehobi, sekaligus menjadi modal optimisme untuk penyelenggaraan liga yang lebih baik dan lebih meriah di musim berikutnya.


