Kelas Dewasa Yunior: Poin Bulgari Tak Terkejar, Persaingan Ketat hingga Papan Tengah
Goldenvoicenews.com-Liga Perkutut Jateng Gayeng 2025 kelas Dewasa Yunior resmi menutup rangkaian kompetisi dengan hasil akhir yang mencerminkan konsistensi, strategi perawatan, dan ketahanan mental burung sepanjang musim. Dari total tujuh seri yang dipertandingkan, Bulgari milik Dede Primarasa (Bandung) tampil paling stabil dan keluar sebagai juara klasemen akhir dengan raihan 720 poin.
Bulgari, yang mengusung ring HM PJR, nyaris selalu tampil dominan di setiap seri. Akumulasi poin tinggi di L3 hingga L6 menjadi kunci keunggulannya, sekaligus menegaskan kualitas burung yang matang baik secara materi suara maupun mental laga.
Di posisi runner-up, Besta milik DH Team Wonosobo (ring Ratu) mengoleksi 650 poin. Besta menunjukkan performa naik-turun, namun tetap mampu menjaga konsistensi poin di hampir seluruh seri, menjadikannya pesaing terdekat Bulgari hingga akhir kompetisi.
Sementara itu, posisi tiga besar dilengkapi oleh Bently milik Galih Nusantoro (Tulungagung) dengan 595 poin. Bently dikenal agresif sejak awal musim, meski sempat kehilangan momentum di seri akhir. Namun akumulasi poin sebelumnya cukup mengamankan tempat di podium.

Persaingan papan tengah tak kalah menarik. Mandala (H Yudi, Jepara) menempati posisi keempat dengan 430 poin, disusul Panglima (Antok, Solo) di posisi kelima dengan 320 poin. Keduanya menjadi contoh burung yang mampu mencuri poin penting di seri tertentu meski tidak selalu tampil penuh.
Nama Cahaya milik DH Team kembali menegaskan kedalaman skuad Wonosobo dengan 245 poin, diikuti Silesia (Koh Djiang, Kendal) dan Maya Jiwa (H. Rasmin, Cilamaya Karawang) yang sama-sama menunjukkan potensi, meski belum konsisten sepanjang musim.
Menariknya, beberapa burung seperti Gerimis, Sultan Deli, dan Tembak Langit tampil impresif di seri tertentu namun minim partisipasi di seri lain, sehingga poin total tertahan di angka 150. Hal ini menjadi gambaran bahwa kehadiran rutin dan manajemen jadwal sangat menentukan di liga berbasis akumulasi poin.
Sebagai penutup, Liga Perkutut Jateng Gayeng 2025 kelas Dewasa Yunior bukan sekadar soal burung terbaik, melainkan juga tentang konsistensi tim, strategi turun lomba, dan ketepatan membaca momentum. Kemenangan Bulgari menjadi bukti bahwa stabilitas performa masih menjadi kunci utama untuk menaklukkan kompetisi panjang dan ketat seperti Liga Jateng Gayeng.


