LIGA PERKUTUT PIYIK JATENG – BMS CUP KEBUMEN 2025
Konkurs Penutup Penuh Kejutan, Sido Muncul Pecah Telur – DH Team Kunci Juara Um
Kebumen, 30 November 2025 — Gelaran BMS Cup Kebumen 2025 yang menjadi seri pamungkas Liga Perkutut Piyik Jateng Gayeng 2025 berlangsung meriah dan penuh tensi tinggi. Para peserta dari berbagai kota hadir dengan misi terakhir: mengamankan poin, memperbaiki peringkat, dan membuktikan kualitas piyik terbaik mereka.
KELAS PIYEK BEBAS
Di kelas Piyek Bebas, kejutan besar muncul dari burung pendatang baru asal Sleman milik Benni Kurniawan, bernama Sido Muncul. Tampil stabil sejak awal penjurian, Sido Muncul menunjukkan durasi kerja yang konsisten dan irama yang rapat—membuatnya kokoh di puncak klasemen lomba dan meraih juara pertama dengan poin tertinggi.
Sido Muncul: Pendatang Baru yang Langsung Menggebrak
Burung muda ini menjadi buah bibir sejak sesi pertama. Dengan anggungan stabil dan volume yang matang untuk ukuran piyik, Sido Muncul sukses mencuri perhatian dewan juri. Para peserta pun mengakui performanya yang mencolok, terlebih karena ini adalah debut perdananya di panggung Liga Jateng.
Kemenangan ini menandai hari bersejarah bagi Benni Kurniawan dan membuka babak baru dalam persaingan piyek nasional.

Besta – Stabil, Kelas Tinggi, dan Resmi Jadi Juara Umum Liga 2025
Sementara itu, DH Team Wonosobo kembali menunjukkan konsistensinya lewat burung andalan Besta, yang berhasil meraih Juara 2 pada BMS Cup kali ini.
Walau hanya terpaut tipis dari Sido Muncul dalam penilaian akhir, kemenangan Besta membuat poin team DH Wonosobo menjadi 1435 selisih tipis dengan team kuat PRIMARASA, dinobatkannya TEAM DH sebagai Juara Umum Liga Piyek Jateng 2025 tidka lepas dari tangan dingin mekanik pak carman pemilik ratu bf.
Besta sendiri dikenal sebagai burung yang memiliki karakter kerja sangat rapi—tarikan panjang, jeda teratur, serta volume yang stabil di semua seri. Performa konsisten inilah yang membawa DH Team Wonosobo memimpin akumulasi poin sepanjang musim.

KELAS PIYEK YUNIOR
MR. SLAP Cetak Hatrick – Dominasi Mutlak di Kelas Yunior
Burung muda milik Team Primarasa ini berhasil mencatatkan hatrick kemenangan pada tiga seri terakhir. Performa MR. SLAP selalu stabil: irama panjang, karakter suara rapat, serta disiplin membawakan lagu dari awal hingga akhir penilaian. Dominasi ini membuat MR. SLAP menjadi ikon kelas Yunior musim ini.
Prestasi hatrick tersebut bukan hanya membuktikan kualitas MR. SLAP, tetapi juga menjadi batu loncatan penting bagi perolehan poin tim.
Team Primarasa Resmi Juara Liga Piyek Yunior 2025
Berkat kontribusi besar MR. SLAP dan dukungan burung-burung andalan lainnya, Team Primarasa berhasil mengunci gelar Juara Liga Kelas Piyek Yunior 2025. Konsistensi performa sepanjang musim, manajemen penampilan yang rapi, serta strategi penempatan gantangan yang tepat membuat mereka unggul jauh dari pesaing lain.
Kesuksesan ini menjadi bukti kekuatan kolaborasi antara pemilik, perawat, hingga joki lapangan yang mampu menjaga performa burung tetap maksimal di setiap seri.


KELAS PIYEK HANGING
Mustank Tak Terbendung, Puncaki Klasemen
Di laga pemungkas ini, burung Mustank milik Dede Primarasa tampil impresif dengan kualitas anggung stabil sejak awal penjurian. Berbekal 150 poin, Mustank mengunci posisi tertinggi dan sekaligus mempertegas dominasi Team Primarasa di kelas hanging 2025.
Burung lain seperti Angkasa milik YIA BF dan Al Fatih milik H. Supriyadi yang masing-masing meraih 130 dan 110 poin juga tampil baik, namun tetap belum mampu menandingi performa Mustank yang lebih konsisten sejak menit awal.
Team Primarasa Resmi Jadi yang Terbaik
Tambahan poin besar dari Mustank membuat Team Primarasa memastikan diri sebagai peraih Trofi Juara Umum Liga Kelas Piyek Hanging 2025. Konsistensi performa selama satu musim penuh terbukti menjadi kunci keberhasilan tim asal Bandung tersebut.
Selain Mustank, burung lain milik Dede Primarasa yaitu Lentera yang meraih 90 poin ikut memperkokoh superioritas tim mereka. Dua amunisi ini menjadi penentu penting sepanjang rangkaian seri liga.
Persaingan Ketat di Tengah Kualitas Merata
Di bawah mereka, sejumlah nama juga mencuri perhatian.
- Maha Dewa milik Sigit (Gombong) dengan 80 poin menunjukkan kekuatan calon bintang masa depan.
- Rocky milik Pompy W dari Banjarnegara tampil penuh gaya dan meraih 70 poin.
- Batre, Joko Thole, dan Baja Geni juga memberikan warna dalam kompetisi akhir tahun ini.
Kelas hanging edisi BMS Cup terasa istimewa karena banyak peserta muda yang menampilkan progres signifikan. Atmosfer lapangan Kebumen pun dipenuhi antusiasme kung mania dari berbagai wilayah.


Penutup Musim yang Memuaskan
Dengan berakhirnya seri ini, Liga Piyik Jateng Gayeng 2025 resmi menobatkan Team Primarasa sebagai yang terbaik di kelas Piyek Hanging. Mereka berhasil mengungguli lawan-lawan kuat dari berbagai daerah dan pulang membawa Trofi Juara Umum Liga Hanging 2025.
Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa kualitas materi burung, manajemen perawatan, serta konsistensi dalam setiap seri menjadi fondasi penting menuju podium tertinggi.
Liga 2025 resmi berakhir, namun regenerasi burung-burung muda yang berkualitas menandakan bahwa persaingan tahun depan akan semakin menarik.

