team primarasateam prima rasa
Terimakasih atas bantuan sharenya

Jelang Seri Pamungkas Liga Perkutut Jateng Gayeng 2025

Lapangan Pengda Semarang Marina – 14 November

Goldenvoicenews — Liga Perkutut Jateng Gayeng 2025 memasuki fase paling menentukan. Dengan tema “Laga Bintang Berburu Poin”, para peserta kini bersiap menuju seri pamungkas yang akan digelar Minggu depan, 14 November, di Lapangan Pengda Semarang Marina. Atmosfer persaingan memanas karena sisa poin di seri terakhir akan menentukan siapa yang berhak menyandang predikat terbaik musim ini.

Data klasemen sementara yang dirilis menunjukkan pertarungan ketat di semua kelas, baik Dewasa Senior, Dewasa Yunior, hingga Piyek Yunior dan Piyek Hanging. Beberapa nama unggulan mulai menancapkan dominasi, sementara yang lain masih berpeluang membalikkan keadaan di seri terakhir.


DEWASA SENIOR: GADING, MARWAH VS EL ZERO MIEDO “MEMANAS”, RUBY STAR “CHAMPION”

Kelas dewasa senior akan menjadi pertarungan antiklimaks, burung bernama ruby star sudah dipastikan tampil sebagai juara liga 2025, poinya 720 sangat tidak mungkin terkejar. dikelas ini pertarungan seru akan terjadi antara “gading dan el zero miedo”

1. GADING – Galih Nusantoro (Tulungagung) – 340 Poin

GADING tampil stabil sepanjang kompetisi. Di beberapa sesi terakhir, nilai 90–100 membuatnya berada pada posisi cukup aman. Namun selisih poin yang tipis membuat posisi ke dua belum sepenuhnya aman.

2. EL ZERO MIEDO – Cokro Hindoyo (Lombok) – 320 Poin

EL ZERO MIEDO mengancam dengan performa kuat di beberapa sesi, bahkan mencetak nilai tinggi Dengan hanya terpaut 20 poin dari gading, burung asal Lombok ini berpotensi melakukan kejutan besar di Semarang. apalagi secara de facto mental dan kualitas el zero lebih unggul.

.

Pakan Perkutut Superman Pilihan bijak kung mania

DEWASA YUNIOR: BULGARY MEMIMPIN, BESTA DAN BENTLY MENGINTAI

Kelas Dewasa Yunior menghadirkan tabungan poin yang cukup mencolok namun belum sepenuhnya aman. kelas ini akan menjadi perebutan poin paling seru, meski diposisi puncak namun bulgary milik team dede primarasa belum tentu akan menjadi juara liga, selisih 80an poin masih memungkinkan besta milik team dh wonosobo menjuarai liga 2025,

1. BULGARY – Dede Primarasa (Bandung) – 670 Poin

Menjadi pemimpin klasemen sementara, BULGARY hampir selalu tampil konsisten. Kombinasi irama dan durasi membuatnya unggul di banyak sesi.

2. BESTA – DH Team (Wonosobo) – 590 Poin

BESTA menjadi penantang paling serius. Meski terpaut 80 poin, peluang masih terbuka bila BULGARY mengalami penurunan performa.

3. BENTLY – Galih Nusantoro (Tulungagung) – 445 Poin

Dengan performa yang cukup stabil, BENTLY masih berpotensi merangsek ke dua besar bila tampil luar biasa di seri pamungkas.


PIYEK YUNIOR: CHELSEA & GOENDUL KUAT DI PUNCAK

Kelas Piyek Yunior memperlihatkan dominasi tim besar. kelas piyek yunior ini juga bisa dipastikan juara liganya team chealse cak goendul, selisih poin yang sangat besar memastikan posisinya aman dari puncak klasement. justru yang berpotensi tergeser adalah team primarasa dari urutan ke dua, oleh team punto. bagaimanapun amunisi team punto belakangan lagi onfire dikelas ini.

1. Team Chelsea & Goendul (Surabaya) – 945 Poin

Menjadi tim dengan poin tertinggi di seluruh kelas. Performa burung-burung mereka luar biasa stabil, menjadikan mereka kandidat sangat kuat untuk juara akhir.

2. Dede Primarasa (Bandung) – 600 Poin

Meski selisihnya jauh, peluang tetap terbuka untuk mempertahankan posisi dua besar dari kejaran tim lain.

3. Team Punto (Jakarta) – 585 Poin

Membayang dengan selisih tipis hanya 15 poin. Seri pamungkas bisa menjadi penentu apakah Team Punto mampu menyalip.


PIYEK HANGING: DEDE PRIMARASA PERKASA, TAPI PERSAINGAN KETAT

Kelas Piyek Hanging menunjukkan pertarungan paling rapat di papan tengah.

kelas piyek hanging team dede primarasa sudah bisa dipastikan akan membawa pulang tropy juara liga 2025, selisih poinnya dengan peringkat kedua team “saniman” yang jauh jelas tidak mungkin terkejar. dengan melihat peforma jagoan team plh cilacap bisa jadi diakhir seri nanti team plh mampu merangsek ke posisi ke 2 klasement akhir.

1. Dede Primarasa (Bandung) – 720 Poin

Pemuncak klasemen dengan poin besar. Bila tampil stabil di Semarang, gelar hampir pasti dalam genggaman.

2. Saniman (Kudus) – 430 Poin

Performa burung-burung miliknya cukup konsisten. Meski terpaut jauh dari pemuncak, posisinya di peringkat dua masih bisa berubah.

3. Team Chelsea & Goendul (Surabaya) – 370 Poin

Mengancam posisi dua dengan selisih yang sangat dekat menuju seri pamungkas.

4. PLH BF (Cilacap) – 350 Poin

Hanya terpaut 20 poin dari peringkat tiga, persaingan perebutan posisi 3–4 dipastikan akan sangat panas.


MENUJU LAPANGAN MARINA: PEREBUTAN POIN TERAKHIR

Dengan selisih poin yang masih memungkinkan perubahan, seri pamungkas di Lapangan Pengda Semarang Marina diprediksi akan menjadi salah satu seri paling sengit dalam sejarah Liga Jateng Gayeng.

Para pemilik mempersiapkan burung dengan intensitas lebih tinggi. Latihan, perawatan, hingga strategi pemilihan gantangan menjadi fokus utama menjelang hari-H. Penonton dan kung mania dari berbagai daerah juga diperkirakan memadati venue, karena banyak yang ingin menyaksikan langsung perebutan gelar juara musim 2025.


PENUTUP: SIAPA RAJA SEJATI MUSIM INI?

Dengan tema “Laga Bintang Berburu Poin”, seri pamungkas pada 14 November mendatang akan menjadi panggung terbesar bagi burung-burung terbaik Jawa Tengah dan sekitarnya. Semua mata kini tertuju pada Semarang—tempat para bintang lapangan menentukan nasib mereka dalam satu laga terakhir.

Siapa yang akan keluar sebagai jawara sejati Liga Perkutut Jateng Gayeng 2025?

Kita tunggu pertarungan akbar minggu depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *