team Dh wonosobo
Terimakasih atas bantuan sharenya

BMS CUP – PENENTU SIAPA TEAM TERBAIK KELAS PIYEK BEBAS
30 NOVEMBER 2025

Goldenvoicenews.com-Gelaran BMS Cup pada 30 November 2025 resmi menjadi panggung penentuan siapa yang layak menyandang predikat Team Terbaik Kelas Piyek Bebas musim ini. Dengan sistem perhitungan berbasis akumulasi poin kemenangan dan nilai tertinggi 150 poin di setiap seri, lomba ini menghadirkan tensi persaingan yang makin memanas.

Dengan melihat klasemen terkini Liga Perkutut Piyik Jateng Gayeng 2025—yang turut menjadi dasar perhitungan peluang juara—tiga besar poin sementara ditempati DH Team (995 poin), disusul Galih Nusantoro (905 poin), dan Dede Primarasa (795 poin). Ketiganya menjadi kandidat utama dalam perebutan gelar terbaik. Namun secara matematis, peluang terbesar kini mengerucut pada DH Team dan Galih Nusantoro, yang hanya terpaut tipis dan sangat mungkin saling salip di putaran puncak BMS Cup.


DH Team – Unggul Tipis dan Paling Stabil

Berada di posisi puncak dengan 995 poin, DH Team asal Wonosobo tercatat sebagai peserta paling konsisten dalam mengumpulkan poin besar di hampir setiap seri. Beberapa kali finish di papan atas—bahkan menyentuh 150 poin—membuat peluang mereka tampil sebagai juara umum sangat terbuka.

Di BMS Cup, DH Team hanya perlu tampil aman dan tetap masuk tiga besar untuk mempertahankan posisi. Namun seluruh tim sadar bahwa lengah sedikit saja, Galih Nusantoro bisa mengambil alih takhta.


Galih Nusantoro – Ancaman Serius di Puncak

Mengoleksi 905 poin, Galih Nusantoro dari Tulungagung menjadi penantang terberat DH Team. Performa Galih stabil dengan beberapa seri penuh nilai 150 dan podium penting lain. Dengan selisih 90 poin saja, cukup satu kemenangan besar di BMS Cup untuk mengubah total klasemen.

Bila Galih mampu meraih 150 poin penuh di BMS Cup sementara DH Team gagal masuk papan atas, peluang besar merebut gelar Team Terbaik Piyek Bebas seketika berpindah tangan.


Dede Primarasa – Masih Berpeluang Meski Berat

Di peringkat ketiga, Dede Primarasa (795 poin) masih menyimpan peluang, meski secara hitungan peluangnya lebih berat. Butuh kemenangan maksimum 150 ditambah hasil buruk bagi dua pemuncak klasemen. Meski demikian, kejutan di lapangan selalu mungkin terjadi.

TEAM PRIMARASA

KELAS PIYEK YUNIOR TAK KALAH SERU.

Dede Primarasa (Bandung) Kokoh sebagai Pemimpin Klasemen

Nama Dede Primarasa dari Bandung tampil sebagai pemuncak klasemen sementara dengan total 680 poin. Catatan impresif yang diraih lewat penampilan stabil pada beberapa seri, terutama di L1 (180 poin) dan L3 (260 poin). Konsistensi inilah yang membuatnya sulit dikejar oleh pesaing terdekat.

Henry Atlas (Semarang) Tempel Ketat

Di posisi kedua, Henry Atlas dari Semarang membukukan 590 poin. Performa merata pada tiap seri, terutama L5 (200 poin) dan L7 (130 poin), membuatnya menjadi pesaing utama sang pemuncak. Selisih 90 poin membuat peluang perebutan gelar masih terbuka, terlebih masih ada beberapa seri yang belum dimainkan.

DH Team (Wonosobo) Mengamankan Posisi Tiga

DH Team dari Wonosobo berada di posisi ketiga dengan 430 poin . Meski terpaut cukup jauh dari dua besar, peluang naik podium akhir tetap sangat mungkin jika tampil konsisten pada seri sisa apalagi team primarasa dan atlas ada kemungkinan absen

KELAS PIYEK HANGING “TEAM PLH” PASTI JUARA UMUM.

PLH BF (Cilacap) — Dominasi Sejak Awal Hingga Akhir

PLH BF tampil sebagai tim paling stabil dalam delapan seri yang digelar. Mengumpulkan total 890 poin, PLH bukan hanya unggul, tetapi jauh meninggalkan pesaing terdekatnya.

ini menjadi bukti bahwa kualitas materi piyik PLH cilacpa berada satu tingkat di atas banyak lawannya. Pemilihan burung yang matang, manajemen konsisten, serta ketepatan memilih amunisi membuat PLH BF tak tergoyahkan di puncak klasemen.

Tak berlebihan bila di dibms cup besok disebut bahwa “PLH BF tinggal menunggu seremoni saja.” Dan tepat pada akhir rangkaian liga, gelar itu akhirnya benar-benar jatuh ke tangan mereka.


BMS Cup: Lomba Penentuan

Lomba pada 30 November 2025 ini menjadi satu-satunya kesempatan bagi seluruh team untuk menambah poin maksimal. Dengan format yang ketat dan kualitas peserta yang merata, seremoni BMS Cup akan menentukan:

Tak heran atmosfer event BMS Cup diprediksi bakal berlangsung panas, penuh strategi, dan dipenuhi kejutan dari peserta-peserta unggulaN.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *