Pamekasan, 23 November 2025 — Lapangan Kerapan Sapi yang berada di Kecamatan Pegantenan, Pamekasan berubah menjadi lautan manusia ketika ratusan kung mania dari berbagai kabupaten di Madura, Jawa Timur, hingga luar daerah berdatangan sejak pagi. Gelaran Liga Perkutut Madura Putaran ke-8 ini menjadi salah satu event lokal terbesar pada penghujung tahun 2025.
Kondisi cuaca sangat bersahabat; langit cerah dan hembusan angin ringan membuat suasana lapangan ideal untuk kontes. Sejak peluit di tiup , atmosfer persaingan langsung terasa. Para peserta memenuhi sisi lapangan dengan antusias mensyuport jagoanya, dengan riang gembira..
Event ini mempertandingkan lima kelas utama: Dewasa Senior, Dewasa Yunior, Piyik Bebas, Piyik Yunior, dan Piyik Hanging, yang masing-masing selalu menjadi primadona di setiap putaran liga. Berikut laporan lengkap dan ulasan detail setiap kelas.

jamu gacor bangkok
🏆 KELAS DEWASA SENIOR – Kelas Para Raja
Kelas Dewasa Senior menjadi sorotan utama karena diikuti burung-burung matang dengan kualitas suara terbaik diantara kelas yang ditandingkan, selain gacor kelas ini juga menuntut kestabilan maksimal. Penilaian berlangsung ketat dari awal babak, jagoan lpi macam “putra kadur”, camelia, molen, senandung rindu, ruby star, yang turun dalam seblok menjadikan suasana makin seru. dan setelah meenjalani penilaian selama 4 babak akhirnya Putra kadur dinobatkan menjadi yang terbaik, disusul jagoan baru milik team punto bernama chiki chiki.

🏆 KELAS DEWASA YUNIOR – Generasi Pelapis dengan Kualitas Mumpuni
Dewasa Yunior adalah kelas yang sering menghadirkan kejutan karena diisi burung-burung yang mulai matang menuju kelas senior. Tahun ini, kualitas peserta merata dan membuat persaingan sangat ketat. Loglizz milik firmanan group, tampil mencuat sebagai yang terbaik. Karakternya yang tegas an alunan lagunya aduhai membuat burung ini mendapat sorakan meriah setiap kali melontarkan suara panjang di sela-sela penjurian.
Jokotole dan star bomba menjadi dua burung yang performanya tidak kalah memukau, namun Loglizz terlalu konsisten untuk dikejar.

🏆 KELAS PIYIK BEBAS – Ajang Bibit-bibit Juara
Sebagai kelas paling melimpah peserta, Piyik Bebas menjadi arena unjuk gigi bagi breeder dan pemilik untuk memperlihatkan kualitas trah burung sejak usia dini.
3 BESAR PIYIK BEBAS
- Anak Mas – Team Punto (jakarta) – Mutiarra
- Golden boy – H. nisai Sumenep) – dma
- Irama muda– h mukas (pamekasan) – Ariya
dikelas ini Anak Mas tampil luar biasa burung milik team punto dengan joki big man wasid ini mampu unggul jauh dari pesaing lain. kemenangan perdana anak mas dikelas dewasa membuat team punto optimis menatap kejurnas lpi bekasi awal desember.

🏆 KELAS PIYIK YUNIOR – Lahirnya Para Calon Bintang Masa Depan
Kelas ini sering menjadi perhatian para pengamat karena banyak burung muda yang diprediksi menjadi calon jawara masa depan.
3 BESAR PIYIK YUNIOR
- Alurisa Gravita – Dede Primarasa (Bandung) – Lora Prabu
- Las Vegas – Bintang Surya (Bluto Sumenep) – jasika
- Ganarcho – Koh kim (pamekasan) – krm
Dari Bandung, Alurisa Gravita berhasil menyedot perhatian dengan kualitas suara yang matang meski usia masih yunior. Tegas, ritmis, dan minim kesalahan. jagoan anyar team besar primarasa ini memang layak meraih tropi pertama.
Las Vegas dan Ganarcho juga mendapat banyak pujian dari penonton dan juri, menandai bahwa kelas yunior kali ini adalah salah satu yang terbaik sepanjang seri liga.

🏆 KELAS PIYIK HANGING – Paling Seru dan Penuh Sorakan
Kelas Hanging selalu menjadi kelas favorit penonton karena burung ditampilkan di gantangan rendah sehingga bisa diamati lebih dekat.
3 BESAR PIYIK HANGING
- Joko Samudra – H. Syafiul Ottoman (Karangan Anyar Sumenep) – Rafi
- Bramasta – Samsul Efendi (Pamekasan) – psa
- Intermiami – gus syani Ras (Pamekasan) – den ela

🎪 SUASANA LAPANGAN: Meriah, Tertib, dan Penuh Sportivitas
Selain aksi burung-burung berkualitas tinggi, suasana lapangan juga menjadi daya tarik tersendiri. Tenda para peserta tampak tertata rapi. Penonton memadati sisi lapangan sambil membawa teropong untuk mengamati performa burung.
Panitia Pengda Pamekasan mendapat banyak apresiasi atas kelancaran lomba. Proses penjurian dinilai profesional, didukung timing yang tepat dan penataan lapangan yang matang.
Acara ini juga menjadi ajang silaturahmi antar kung mania Madura dan luar daerah, serta wadah bagi para breeder untuk memperkenalkan trah unggulan mereka. Liga Perkutut Madura #8 berjalan dengan sukses besar. Kualitas peserta meningkat drastis dibanding putaran sebelumnya. Dengan semakin dekatnya putaran akhir liga tahun 2025, persaingan semakin memanas, dan para penggemar sudah tidak sabar menunggu seri berikutnya.



