Goldenvoicenews.com-Liga Perkutut Prabukusumo Jogja (LPPJ) putaran ke-6 yang digelar Pengda Gunung Kidul DIY berlangsung meriah di Lapangan Perkutut Angkruksari, Jl. Parangtritis KM 21, Bantul. Gelaran pada Minggu (16/11) ini menjadi titik penting bagi perkututmania DIY karena untuk pertama kalinya lapangan baru milik Pengwil DIY resmi dipakai untuk lomba tingkat pengda.
Sejak pagi, puluhan kungmania memadati arena, baik dari wilayah DIY maupun luar daerah seperti Surabaya, Tangsel, hingga Wonosobo. Lapangan yang baru diselesaikan pembangunannya ini langsung mampu menarik minat peserta dan menjadi pusat perhatian karena fasilitasnya dinilai lebih representatif untuk lomba regional.
Ketua Pengwil DIY, IG. Susriyanta, menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya gelaran ini serta kebanggaannya karena lapangan baru yang selama ini ditunggu akhirnya dapat digunakan untuk kompetisi resmi.
“Diharapkan kehadiran Lap. baru Pengwil DIY membuat kungmania semakin bersemangat untuk menampilkan burung terbaiknya. Terima kasih kepada semua pihak yang mendukung tersedianya lapangan ini,” ujarnya.
Persaingan Ketat di Kelas Dewasa Senior

Kelas Dewasa Senior menjadi magnet utama. Lembah Manah milik P.M. Suyanto (Jogja) tampil dominan dan meraih podium tertinggi dengan nilai 32 poin. Disusul oleh Giriakta milik Tim Chelsea & Cak Goendul/Surabaya dengan nilai 27, sementara Yoga Swara milik Yoni/Sleman menempati posisi ketiga.
Nama-nama besar seperti Sido Muncul, Suro, dan Song Ukong juga masuk daftar sepuluh besar setelah tampil konsisten sepanjang penjurian.

Dewasa Yunior Dikuasai Pavez
Kelas Dewasa Yunior berlangsung panas. Pavez milik Akbar Syah/BSD Tangsel menjadi yang terbaik setelah meraih 56 poin, unggul tipis dari Pino (Team BTS/Solo). Burung Si Doel dari Sriyono/Sleman melengkapi podium tiga teratas.
Persaingan antarpeserta terlihat merata, dengan wakil dari Bantul, Wonosobo, dan magelang juga mengamankan posisi penting di tabel juara.

Piyik Yunior: Indah Melaju Perkasa
Dari kelas Piyik Yunior, Indah milik Team Punto/Jakarta tampil luar biasa dengan nilai tertinggi hari itu, yakni 108 poin. Perolehan ini menempatkannya jauh di depan pesaingnya Misteri Medan (91 poin) dan Rindu dari Team Mawar Hitam/Jogja. Suara yang matang dan durasi kerja yang stabil membuat Indah menjadi sorotan di kelas burung muda.

Piyik Hanging: Hunter Pertahankan Dominasi
Pada kelas Piyik Hanging, Hunter dari Tim Chelsea & Cak Goendul/Surabaya kembali menunjukkan konsistensinya dengan nilai 28. Ia berhasil mengungguli Kaisar (Suratna YES/Bantul) serta Symphoni (Trishartanto/Bantul) yang harus puas di posisi kedua dan ketiga.Di kelas ini, beberapa peserta dari Bantul tampil menonjol dan berhasil masuk sepuluh besar.

Antusiasme Tinggi Warnai Gelaran
Selain menandai penggunaan perdana lapangan baru, gelaran LPPJ #6 juga menjadi bukti tingginya antusiasme kungmania di DIY. Banyak peserta memuji kondisi lapangan yang luas, nyaman, serta memberikan ruang lebih bagi juri untuk bekerja maksimal.


