Temanggung – 15 November 2025.
Gelaran Latihan Dinilai Pengda Temanggung pada Sabtu (15/11) berlangsung meriah dan sukses menarik perhatian para penghobi perkutut dari berbagai daerah. Tiga kelas yang dibuka—Piyik Bebas, Piyik Yunior, dan Piyik Hanging—menjadi arena persaingan ketat bagi jago-jago muda yang tengah naik daun.
Sejak pagi, kawasan lomba dipadati peserta dari Makassar, Bandung, Jogja, Wonosobo, Kebumen, hingga kota-kota sekitar Temanggung. Antusiasme peserta dan penonton menunjukkan tingginya minat terhadap kompetisi perkutut di wilayah Jawa Tengah.

Nalendro Kuasai Kelas Piyik Bebas
Pada kelas Piyik Bebas, burung Nalendro milik H Abu SNO dari Makassar tampil menonjol. Materi suara yang rapi, durasi stabil, serta irama yang aduhai dibawakan dengan cantik membawa Nalendro meraih juara pertama.
Di posisi kedua ada Diesel milik Heru Temanggung yang tampil konsisten sejak babak awal. Menyusul di posisi ketiga, Dian L dari Edy Temanggung memastikan persaingan podium berlangsung ketat.
Kelas ini juga diwarnai penampilan solid dari peserta lain seperti Ancaman, Bobi Bos, dan Irama Tara, yang melengkapi daftar 10 besar.

Tari Lem Unggul di Piyik Yunior
Kelas Piyik Yunior menjadi salah satu kelas paling menarik perhatian karena kualitas peserta yang merata. Tari Lem milik Prasetyo Temanggung keluar sebagai juara setelah menunjukkan performa matang untuk kategori piyik.
Di belakangnya, dua burung asal Wonosobo dan Ambarawa—Dominik dan Doraemon—berhasil mengamankan posisi kedua dan ketiga dengan skor yang bersaing ketat.
Beberapa burung lain seperti Antaka, Panji Anom, dan Sonar Jogja juga mencuri perhatian lewat stabilitas suara yang menjanjikan.

Jolosutro Tak Terbendung di Piyik Hanging
Kelas Piyik Hanging kembali menjadi kelas dengan jumlah peserta terbanyak. Jolosutro milik Whimono dari Temanggung tampil dominan sejak awal penjurian dan memastikan diri sebagai juara 1.
Di posisi kedua, Abani dari Kebumen memberikan perlawanan terbaiknya, sedangkan Sanjaya dari TBA BF Kebumen melengkapi podium tiga besar.
Nama-nama lain seperti Bintang Madura, Relaksa, dan Bangkit turut memperketat persaingan hingga babak akhir.

Kompetisi Berjalan Ketat dan Kondusif
Panitia Pengda Temanggung mengapresiasi antusiasme peserta serta sportivitas yang terjaga sepanjang lomba. Banyak burung muda dengan potensi besar muncul pada gelaran kali ini, menandakan bahwa regenerasi perkutut berkualitas di wilayah Jawa Tengah terus berkembang.








