Terimakasih atas bantuan sharenya

DI TRY OUT MENUJU LIGA JATENG GAYENG AWARD.

Goldenvoicenews.com – Lapangan Perkutut Marina Pengda Semarang kembali menjadi magnet kung mania semarang . Gelaran Koncer Ladinil Perkutut “Tahun Baru Cup” yang berlangsung Sabtu, 4 Januari 2026, berlangsung sukses besar dengan peserta penuh di tiga kelas. Atmosfer lomba terasa berbeda: padat merayap juga kompetitif—sebuah gambaran kesiapan menuju agenda akbar Liga Jateng Gayeng award.

Sejak pagi hari, gantangan Marina telah dipenuhi burung-burung kualitas, baik dari lokal Semarang Raya maupun luar daerah. Ladinil kali ini tidak hanya menjadi ajang prestasi, namun juga uji kualitas materi, mental burung, serta strategi pemain menjelang lomba-lomba besar awal musim.

Kelas Piyek Bebas Paling Menyita Perhatian

Salah satu kelas yang paling menyedot perhatian adalah Piyek Bebas. Kelas ini menjadi barometer awal kekuatan piyek-piyek potensial yang diproyeksikan tampil di Liga Piyek Jateng 2026. Persaingan berlangsung ketat sejak sesi awal, dengan selisih poin yang tipis antar peserta papan atas.

Irama suara panjang, irama stabil, serta keberanian bunyi menjadi penentu utama. Beberapa tampil konsisten dari awal hingga akhir, menunjukkan karakter suara yang sudah matang dan siap main di dewasa.

Indah (ring Punto) milik Team Punto Jakarta tampil paling efektif dan konsisten sepanjang sesi, namun dibabak 2 nilai Indah sempat di salip, untungnya dibabak akhir “Indah” sukses mengamankan poinya dari pembegaalan sisilia.

Sementara itu, Bently Jr (ring GNP) milik Galih dari Tulungagung menguntit di posisi berikutnya, menunjukkan kualitas suara yang menjanjikan dan mental yang mulai matang untuk level liga.

Secara keseluruhan, kelas Piyek Bebas Ladinil Marina Semarang menyajikan persaingan berkualitas dan layak disebut sebagai pemanasan ideal menuju Liga Jateng Gayeng, sekaligus ajang pembuktian materi-materi piyek potensial yang akan meramaikan Liga Piyek Jateng 2026

Kelas Piyek Yunior : CINDERELA ATLAS Teratas

Persaingan di kelas PIYEK YUNIOR pada gelaran LADINIL berlangsung sangat ketat dan menarik. Kelas yang menjadi barometer kualitas burung muda ini menyajikan adu performa sejak kerekan awal hingga akhir, dengan selisih nilai yang relatif tipis antar peserta.

Akhirnya, CINDERELA ring ATLAS milik Henry Atlas dari Semarang keluar sebagai Juara 1 setelah mengoleksi nilai tertinggi, penampilan CINDERELA dinilai paling stabil dan matang burung dari atlas 333d ini memang lebih layak juara 1

Posisi Juara 2 ditempati PI9NINGIT ring MAGNUM milik KH. Basyuni asal Rambang dengan No. Kerekan 188. Burung ini tampil berani dan agresif, namun sedikit kehilangan konsistensi di salah satu sesi sehingga belum mampu menyalip posisi puncak.

Di peringkat ketiga, ELVIS ring CENTURY milik Budiono (Semarang) di kerek pada No. Kerekan 183. ELVIS menunjukkan performa cukup stabil dengan karakter suara jelas type khas atlas, kebetulan juga induknya dari atlas bf.

Sementara itu, PAJERO ring FORTUNE 168 milik Budi C (Semarang) menempati Juara 4 dengan No. Kerekan 195. Raihan ini menegaskan bahwa kelas PIYEK YUNIOR berjalan sangat rapat. Dari kubu TEAM PUNTO Jakarta, dua amunisi diturunkan sekaligus. KAISAR ring NUSA mengunci Juara 5 dengan No. Kerekan 180, disusul BONDOWOSO ring PUNTO di Juara 6 dengan No. Kerekan 179. Keduanya menunjukkan potensi besar sebagai materi yunior yang masih bisa berkembang.

Perhatian khusus tertuju pada MAHAMERU ring JSK milik H. Fadil Jalil dari Makassar. Mengoleksi No. Kerekan 198, MAHAMERU harus puas di Juara 7, meski di beberapa kerekan tampil menonjol dan mencuri perhatian penonton. Burung ini digadang-gadang memiliki prospek cerah untuk event berikutnya.

Kelas piyek Hanging : EL FONDA ZODIAC Tampil Paling Keren,

Kelas HANGING dalam gelaran lomba perkutut kali ini berlangsung seru dan penuh dinamika. Persaingan terasa ketat sejak awal kerekan, dengan sejumlah burung tampil silih berganti mencuri perhatian juri maupun penonton. Dukungan Pakan Perkutut Golden Voice turut memberi warna tersendiri pada kualitas penampilan di kelas ini.

Akhirnya, EL FONDA ring ZODIAC milik Acek dari Semarang berhasil keluar sebagai Juara 1 setelah mengoleksi gtg 29. EL FONDA dinilai paling stabil sepanjang perlombaan, dengan irama gantangan yang rapi, volume terjaga, serta durasi kerja yang konsisten di setiap sesi.

Posisi Juara 2 ditempati KITARO ring NAGA MUDA milik Nung Andi dari Juwana dengan gtg 10. Meski angka gtg relatif lebih kecil, KITARO menunjukkan karakter suara yang bersih dan gaya main tenang, membuatnya tetap aman di papan atas.

Di peringkat ketiga, LAPULGA ring GENK milik GENK BF (Semarang) mencatat gtg 25. Penampilannya cukup agresif dan berani, terutama di pertengahan lomba, sehingga mampu mengamankan posisi tiga besar.

Kehadiran Pakan Perkutut Golden Voice sebagai pendukung acara turut mempertegas kualitas event. Dikenal sebagai pakan lomba yang stabil, Golden Voice kembali dipercaya dalam event yang sarat gengsi ini.

Ladinil Sebagai Simulasi Lomba Besar

Lebih dari sekadar lomba rutin, Ladinil Marina kali ini jelas dimaknai sebagai simulasi lomba besar. Banyak pemain terang-terangan menjadikan event ini sebagai ajang membaca peta kekuatan lawan, menguji setelan burung, hingga mengukur kesiapan kandang menjelang pertarungan sesungguhnya.

Panitia dan Pengda Semarang juga dinilai berhasil menjaga ritme lomba tetap kondusif, tepat waktu, dan komunikatif—faktor penting yang sangat menentukan suksesnya event skala liga.

Menuju Liga Jateng Gayeng & Award 2025

Dengan suksesnya Ladinil “Tahun Baru Cup” ini, perhatian kung mania kini tertuju pada Liga Jateng Gayeng yang dijadwalkan berlangsung tanggal 18. Event tersebut dipastikan akan menjadi panggung pertarungan utama, sekaligus momentum penentuan prestasi tahunan.

Sebagai penutup rangkaian musim, agenda tersebut juga akan dirangkai dengan Award Liga Jateng Gayeng 2025 serta Liga Piyek Jateng 2025, yang akan mengukuhkan burung, pemain, dan kandang terbaik sepanjang tahun.

Jika Ladinil Marina ini dijadikan tolok ukur, maka satu hal sudah pasti: persaingan Liga Jateng Gayeng 2026 tanggal 18 january nanti akan berlangsung panas, ketat, dan penuh kejutan. Kung mania Jawa Tengah, bersiaplah—musim durian telah di depan mata. 🏆🕊️

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *