Team Dede Primarasa Kukuh di Puncak, Liga Piyek Hanging Jateng Gayeng 2025.
Goldenvoicenews.com-Liga Perkutut Jateng Gayeng 2025 kelas Piyek Hanging resmi menutup rangkaian kompetisinya. Persaingan panjang yang berlangsung ketat sejak seri awal hingga penutup akhirnya melahirkan Dede Primarasa (Bandung) sebagai juara klasemen akhir dengan torehan 770 poin, unggul jauh dari para pesaingnya.
Konsistensi menjadi kunci keberhasilan Dede Primarasa. Hampir di setiap seri, burung andalannya mampu tampil stabil dan mengamankan poin penting, termasuk kontribusi besar pada seri-seri akhir yang menjadi penentu. Raihan poin tertinggi ini sekaligus menegaskan dominasi Dede Primarasa di kelas Piyek Hanging musim 2025.

Posisi runner-up ditempati PLH BF (Cilacap) dengan 530 poin. Tim ini tampil cukup solid, khususnya di seri tengah hingga akhir, meski belum mampu mengejar jarak poin yang sudah terlanjur lebar dari pimpinan klasemen. Sementara itu, Saniman (Kudus) harus puas di peringkat ketiga dengan 480 poin, hasil dari performa naik-turun namun tetap konsisten mengumpulkan poin di banyak seri.
Persaingan papan tengah juga berlangsung menarik. Team Chelsea & Goendul (Surabaya) mengunci posisi keempat dengan 377 poin, disusul Awong (Surabaya) di peringkat kelima dengan 300 poin. Beberapa nama lain seperti Kent BF (Yogya), Sigit (Sragen), dan Dr Yudha (Tegal) turut memberi warna kompetisi dengan performa yang sesekali mencuri perhatian juri dan penonton.
Liga Jateng Gayeng 2025 kelas Piyek Hanging kali ini tidak hanya menyajikan adu kualitas burung, tetapi juga memperlihatkan pentingnya strategi perawatan dan pemilihan momen tampil. Sistem akumulasi poin dari setiap seri membuat peserta dituntut konsisten, bukan sekadar menang di satu atau dua lomba.
Dengan berakhirnya klasemen akhir ini, Liga Perkutut Jateng Gayeng 2025 kelas Piyek Hanging resmi ditutup. Para peserta kini menatap musim berikutnya dengan harapan persaingan yang lebih sengit dan kualitas lomba yang semakin meningkat.


